Higiene dan Sanitasi Syarat Mutlak untuk Pangan Olahan Aman

Dr. drh. Yatri Drastini, MSc dari Bagian Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH-UGM dalam Pembinaan dan Kordinasi Penyediaan Pangan Dinas Pertanian DIY di Hotel Shantika, 26 Februari 2014, menyatakan bahwa penting bagi pelaku usaha berbahan baku asal hewan memperhatikan aspek higiene dan sanitasi dalam proses produksinya. Produk hewani selain memiliki nilai gizi seperti asam amino esensial, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin yang berguna bagi tubuh dan tidak diproduksi dalam tubuh, memiliki titik kritis juga.

Perlu diingat, bahwa bahan makanan yang mengandung protein tinggi sangat disukai mikroorganisme karena merupakan salah satu media pertumbuhan mikroorganisme. Jangan sampai terjadi kasus-kasus penyakit infeksi yg ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia yang lazim dengan Zoonosis serta infeksi dan intoksikasi pangan dengan gejala penyakit nausea (rasa ingin muntah), hingga terjadi muntah, dan diare.

Salmonellosis
Gambar: Salmonellosis

 

 

Akibatpanganolahanhewan
Gambar: Akibat dari pangan olahan hewan yang tercemar bakteri

Dengan demikian, aspek higiene dan sanitasi tidak boleh dianggap sepele. Dampak akibat kurang perhatian dari pelaku usaha tidak hanya menyebabkan kerugian usahanya tapi kesehatan masyarakat pun jadi taruhan.

Faktor yang paling besar pengaruhnya dalam proses produksi adalah karyawan. Merekalah orang yang berhubungan dengan bahan makanan tidak mencemari bahan makanan melalui. Sehingga tidak salah bila karyawan bisa menjadi sumber pencemaran, melalaui rambut, janggut, kumis, hidung, mulut, tangan dan jari, pakaian, perhiasan, peralatan dan alas kaki. Maka dari itu, penting sekali untuk melakukan pengawasan karyawan dalam menjaga kebersihan diri perilaku & kerja  sesuai dengan aturan.(Abah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *