Jangan Minder Belajar Pijat

Ilmu Pijat merupakan ilmu pengobatan yang telah dikenal lama di Indonesia. Kita mengenal adanya pijat refleksi, akupresur atau pijat syaraf. Kehadirannya telah mendapat tempat dihati masyarakat. Mengingat pijat adalah salah satu jenis terapi yang mudah diterapkan dan murah. Asalkan teknik pijat yang diberikan sesuai dengan keluhan penderita, insya Allah hasilnya sangat memuaskan.

Dalam pembukaan Pelatihan Pijat Terapan I 29 Maret 2014 lalu, Muhammad Fajaruddin MZA, selaku Direktur Lembaga Kursus Pengobatan Tradisional (LKP Battra) Janaaha Yogyakarta memberikan motivasi agar peserta pelatihan tidak minder dalam mempelajari pijat sebagai salah satu bekal keterampilan dalam pelayanan kesehatan tradisional.

Selain itu, peserta diharapkan dapat terus belajar dan mengembangkan kemampuannya. Artinya setelah pelatihan, ilmu yang didapat harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Minimalnya untuk keluarga dan tetangga.

Hal senada disampaikan oleh Sinshe Teguh Pujiono, yang merupakan salah satu pendidik yang telah kompeten Sinshe Tuina dari lembaga Sertifikasi & Komptensi Sinshe Indonesia yang dimiliki oleh LKP Janaaha, bahwa ilmu pijat adalah ilmu pengobatan kuno namun modern. Tidak hanya kalangan umum saja yang menerapkan, bahkan dokter pun tertarik untuk memberikan pelayanan terapi pijat untuk berbagai keluhan.

Hal ini, sebagaimana terjadi di beberapa negara maju seperti Jerman dan Belanda. Pijat justru banyak digandrungi oleh Spesialis Syaraf, Ahli Fisioterapi, dokter umum dan masih banyak lagi. Sebagaimana pencetus dan pakar pijat refleksi dunia.

Dengan demikian, Pengobat Tradisional dan mereka yang berminat belajar tidak boleh malu apalagi minder dan sampai menjelek-jelekkan pijat. Menurut Teguh Pujiono, kalau kita benar-benar tepat dan yakin dalam pemijatan, saya yakin Allah Subahanahu wa Ta’ala berkenan memberikan kesembuhan. Kemampuan pijat tadi perlu dikembangkan melalui sarana kursus dan pelatihan sebagaimana yang diselenggarakan oleh Janaaha.

Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Pelatihan 1000 Pengobat Tradisional ini diharapkan dapat berlanjut diwaktu yang akan datang. Dalam waktu dekat, pelatihan pijat refleksi, akupresur, tuina Chu Zhen akan segera digelar untuk masyarakat umum. “LKP Janaaha sebagai penyelenggaranya siap melayani masyarakat ingin bergabung, sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki”, pungkas Fajar. (Abah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *