“Sahabat sejati” penyakit kanker paru adalah rokok. Hal tersebut dipertegas dengan hasil penelitian, baik yang dilakukan di Indonesia maupun luar negeri, bahwa sebagian besar atau 80 persen kanker paru disebabkan kebiasaan merokok.

Hal tersebut dipubikasikan Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional Dharmais saat Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Prostat di RS Dharmais. Lebih lanjut dikatakan, kanker paru adalah pertumbuhan neoplastik (tumor) yang bersifat ganas, yang berasal dari salah satu jenis sel di dalam saluran napas (bronkus).

Berikut adalah beberapa gejala timbulnya kanker paru. Gejala umumnya adalah tidak nafsu makan dan mengalami susut badan. Sementara gejala khusus yang langsung terkait dengan paru, seperti batuk, banyak dahak, mengalami batuk darah, sesak napas, dan nyeri dada.

Publikasi tersebut juga menyebutkan siapa saja yang berisiko tinggi terkena kanker paru. Mereka adalah laki-laki yang berusia 40 tahun ke atas, perokok aktif dan perokok pasif, dan mereka yang bekerja di lingkungan yang mengandung karsinogen. Karsinogen adalah bahan atau faktor yang dapat menimbulkan kanker.

Untuk itu, kepada mereka disarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak secara berkala. Selain itu juga melakukan pemeriksaan foto rontgen dada secara berkala setiap 4-6 bulan sekali. Dengan ini diharapkan dapat ditemukan kanker paru pada stadium dini.

Cara terbaik untuk menghindari kanker adalah jangan mulai untuk merokok bagi yang tidak merokok, tapi jika menjadi perokok maka segeralah berhenti, hindari asap rokok orang lain. Bagi perusahaan supaya mematuhi peraturan tentang kesehatan dan keselamatan kerja.

Kanker paru adalah salah satu kanker yang paling sering ditemui pada laki-laki. Kanker lain yang kerap bersarang pada “Kaum Adam” adalah kanker perut dan kanker prostat.