

Dan Beliau Menangis
Selasa (30/12) adalah hari terakhir tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 1 bertugas di Kuala Simpang Aceh Tamiang. Al Ustadz Abdul Malik hafidzahullah (amir safar sekaligus salah satu pembina tim relawan nakes ahlussunnah) dan al Ustadz Afif Abul Aliyah hafidzahullah (Pengasuh Ma’had At-Tashfiyah) unjuk maaf dan undur pamit ke salah satu imam Masjid Babul Falah. Masjid Babul Falah adalah salah satu dari tiga poskes (pos kesehatan) tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 1 di Kuala Simpang Aceh Tamiang.
“Beliau mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran kami (tim relawan nakes ahlussunnah dari Ma’had At-Tashfiyah). Beliau tidak bisa membalas apa-apa kecuali hanya Allah yang membalasnya. Demikian, dan beliau menangis,” tutur al Ustadz Abdul Malik.
Terima kasih, kesedihan, dan harapan. Tiga hal yang disampaikan warga terdampak Banjir Sumatra di Kuala Simpang Aceh Tamiang ketika mengetahui tugas tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 1 segera berakhir.
“Kalau bisa ada tim lain nanti,” ujar seorang pasien di pos pengungsian di Masjid Muhammadiyah di Desa Paya Bedi yang dikunjungi tim relawan nakes ahlussunnah dari Ma’had At-Tashfiyah (30/12), “Alhamdulillah dengan adanya dokter yang sakit-sakit bisa terlayani.”
Bapak Yonaldi warga terdampak lainnya yang mendapatkan layanan kesehatan (ganti perban) di Masjid Muhammadiyah mengatakan hal serupa. “Alhamdulillah senang sekali mendapatkan fasilitas ini dari dokter-dokter yang datang kemari. Terima kasih banyak atas bantuannya. Kami dipermudah pengobatan dengan datangnya dokter-dokter ini. Mudah-mudahan bisa lah datang kembali lagi kemari. Kami sangat membutuhkan,” kata Pak Yonaldi.

Qodarallah wa maa syaa’a fa’al. Dahsyatnya kerusakan yang diakibatkan Banjir Sumatra membuat layanan kesehatan di daerah terdampak lumpuh. Kehadiran poskes tim relawan nakes ahlussunnah menjadi tumpuan tunggal bagi korban yang membutuhkan layanan kesehatan.
‘“Alhamdulillah, kami sangat senang bisa berobat dengan bapak. Bapak datang ke sini mengunjungi kami. Kami tak dapat membalas kebaikan bapak-bapak dokter ini, hanya Allah yang bisa membalasnya. Amin ya Rabbal ‘alamin,” ujar warga terdampak lainnya yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 1.
Tugas tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 1 memang sudah berakhir. Namun penderitaan masyarakat terdampak Banjir Sumatra belum berakhir. Kesedihan mereka yang ditinggalkan adalah rintihan pengharapan agar tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 2 segera hadir.
Poskes tim relawan nakes ahlussunnah dari Ma’had At-Tashfiyah bukan sekadar pos pelayanan kesehatan. Pos harapan. Kehadiran tim relawan nakes ahlussunnah memantik api semangat kehidupan bahwa mereka -korban terdampak banjir di Aceh Tamiang- tidak ditinggalkan sendirian dalam kesendirian.
Teruntuk tim relawan nakes ahlussunnah dari Ma’had At-Tashfiyah, kehadiranmu selalu mereka tunggu. Mereka tak mampu menjanjikan imbalan selain melangitkan selaksa doa kebaikan untuk kalian. (AZ)