Tegar Sudah Menunggu

Image by Markus Winkler from Pixabay
Mereka Bukan Orang-orang Sembarangan
01/03/2026
Relawan Tim Kesehatan Mahad At-Tashfiyah
Hari Pertama 71 Pasien
01/05/2026

Tegar Sudah Menunggu

Ibu 3 anak itu setiap hari keliling ke pos-pos pengungsian untuk mencari kain kasa dan perban. Tegar -salah satu anaknya- harus mendapatkan perawatan luka pascaoperasi.

Luka Tegar butuh penanganan rutin harian dari perawat. Biaya perawat setiap kali kunjungan sebesar Rp 65 ribu. Jika perban, kain kasa dan peralatan disediakan oleh pasien, maka ibunda Tegar cukup membayar jasa penanganan perawat sebesar Rp 25 ribu.

Ibunda Tegar pun mendatangi poskes (pos kesehatan) tim relawan nakes ahlussunnah dari Ma’had At-Tashfiyah di Masjid Babul Falah (Bukit Tempurung Kualasimpang) pada Sabtu 27 Desember 2025 pagi. Dia mengutarakan keinginannya untuk memperoleh bantuan kain kasa, perban dan peralatannya. Mengeluarkan duit sebesar Rp 65 setiap hari cukup memberatkan bagi ibunda Tegar.

“Ketika tim nakes kita memberikan solusi, kita home visit ke tempat pengungsiannya, dia senang sekali,” ujar al Ustadz Abdul Malik hafidzahullah salah satu pembina tim relawan nakes ahlussunnah di Aceh Tamiang.

“Terima kasih kepada orang baik dari pesantren At-Tashfiyah,” kata ibunda Tegar kala itu.

Demikianlah pertemuan tim relawan nakes ahlussunnah dengan warga terdampak Banjir Sumatra di Aceh Tamiang bernama Tegar. Lelaki berusia 21 tahun yang mengalami infeksi di kakinya yang terluka ketika membersihkan rumah pascabanjir. Berhubung tidak mampu mendatangi poskes, tim relawan nakes ahlussunnah melakukan home visit ke pos pengungsian di mushola di Dusun Tanjung Rambut tempat Tegar dan warga lainnya mengungsi.

Parahnya infeksi dari luka di jari tengah dan betis kaki kiri Tegar membuat tim relawan nakes ahlussunnah memberikan perhatian ekstra ke Tegar. Selama 5 hari tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 1 (27-31 Desember 2025) melakukan home visit ke Tegar di pos pengungsian.

Sebelum kepulangan tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 1 di Rabu (31/12/25), Tegar pun mendapatkan bekal uang untuk biaya perawatan luka-lukanya. Dia juga diberikan perban, kain kasa untuk kebutuhan 3-4 hari.

“Tegar memberi tambahan (semangat) kehidupan dan kenyamanan di tengah bencana bagi pengungsi lainnya. Senyum terpancar ketika amplop titipan muhsinin diselipkan di tangan mereka, dengan harapan yang tinggi semoga tim nakes kembali lagi,” ujar Aditya Dharma, AMKL; staf sanitasi RSUD Tamiang, salah satu personel tim relawan nakes ahlussunnah asli Aceh.

Tegar yang mendapatkan perhatian dan penanganan kesehatan dari tim relawan nakes ahlussunnah membuat semangat hidup warga terdampak Banjir Sumatra di Aceh Tamiang kembali menguat. Bahwa, masih ada orang-orang baik yang mau datang memberikan perhatian dan pertolongan kepada mereka.

“Saya pribadi, sangat tersentuh hati saya melihat keikhlasan bapak-bapak membantu merawat luka saya selama 5 hari. Bapak-bapak juga memberi bantuan berupa uang buat meneruskan perawatan luka saya dikarenakan bapak-bapak akan pulang ke kampungnya masing-masing,” kata Tegar yang kini semakin membaik lukanya dan mulai bisa berjalan tanpa tongkat.

Pun begitu bagi tim relawan nakes ahlussunnah. Perjuangan ibunda Tegar berkeliling mencari kain kasa dan perban untuk anaknya, melecut semangat juang mereka. Kondisi Tegar dan ibundanya, mengingatkan mereka masih banyak warga terdampak Banjir Sumatra yang membutuhkan bantuan layanan kesehatan.

“Tegar sudah menunggu,” ujar dr. Andri Rais, SpPD, salah satu relawan nakes ahlussunnah gelombang 1.

Alhamdulillah, di Ahad (4/1) -sehari setelah kedatangan- tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 2 mulai beraksi. Relawan gelombang 2 terdiri dari 1 dokter spesialis anak dari Jember; 1 dokter umum, 1 perawat senior, dan 1 Radiografer ketiganya dari Sleman. Diperkuat 1 apoteker dari Purbalingga, 2 tenaga terapis dari Sleman dan Sragen serta 1 ustadz dari Sukoharjo.

Tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 2 memasukkan home visit ke Tegar dan Hakim -temannya- menjadi agenda kegiatan mereka selama bertugas dari 3-10 Januari 2026. Hari pelayanan pertama di Ahad (4/1) diawali dengan melakukan home visit ke Tegar di tempat pengungsian.

Senyum Tegar -dan warga terdampak Banjir Sumatra di Aceh Tamiang- pun semakin memancar. (Ibnu Tabrizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *