Empat Hari 331 Pasien

Makan Siang di Benua Raja
Makan Siang di Benua Raja
01/07/2026

Empat Hari 331 Pasien

Alhamdulillah, di hari kedua (Senin, 5/1) tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 2 dari Ma’had At-Tashfiyah kembali membuka poskes pos kesehatan di Masjid Babul Falah di Desa Bukit Tempurung Kecamatan Kualasimpang Kabupaten Aceh Tamiang.

Poskes buka pukul 10:15-12:00 WIB dan telah melayani 34 pasien di hari itu. Poskes kembali dibuka pukul 13:00-14:30 WIB, tercatat ada 17 pasien.

Sebelumnya, tim mampir ke Tanjung Rambut untuk mengganti perban Tegar. Di sana ada 4 pasien lainnya yang harus dilayani.

Sore hari tim melakukan kunjungan ke desa Benua Raja. Ada 1 pasien di sana. “Kebun Tengah belum bisa kita penuhi hari ini,” kata dr. Fauzan, MMRS, CrM, ketua tim kesehatan dari relawan nakes ahlussunnah untuk Aceh Tamiang.

Sehingga di hari kedua itu tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 2 telah melayani 56 pasien.

Keesokan hari, Selasa (6/1), relawan nakes ahlussunnah dibagi menjadi 2 tim. Satu tim bertugas di poskes Masjid Babul Falah dan tim lainnya home visit. Di hari itu telah dilayani 47 pasien.

Hati Rabu (7/1), poskes Masjid Babul Falah kembali membuka pelayanan dari pukul 10:00-15:30 WIB. Kunjungan ke daerah terdampak lainnya juga berlanjut, kali ini tim meluncur ke Paya Kulbi, Karang Baru Aceh Tamiang.

MasyaAllah, di hari itu jumlah pasien tercatat 157. Poskes Masjid Babul Falah sejumlah 76 pasien, poskes di Paya Kulbi sejumlah 79 pasien. Di poskes Ma’had At-Tashfiyah dilakukan pelayanan sunat untuk 2 anak.

Itu artinya tim relawan nakes ahlussunnah gelombang 2 mulai Ahad (4/1) hingga Rabu (7/1) -selama 4 hari- sudah melayani 331 pasien.

Keseluruhan pasien bukan hanya dicatat jumlahnya oleh tim relawan nakes ahlussunnah. Data lengkap pasien juga dicatat. Data-data tersebut nantinya dijadikan laporan kegiatan harian.

“Jangan terlupakan pula nyicil laporan kegiatan harian untuk ke BPBD via HEOC Aceh Tamiang-nya ya,” begitu komentar Didi Junaedi, S.Kep, Ners. di WAG koordinasi tim relawan nakes ahlussunnah untuk Aceh Tamiang.

Laporan harian yang biasanya dikerjakan setelah kegiatan pelayanan kesehatan dilakukan. Laporan tentang di mana kegiatan pelayanan/pos kesehatan tim relawan nakes ahlussunnah, berapa jumlah warga/pasien yang dilayani, usia, penyakit apa saja yang ditemukan.

Data-data tersebut kemudian dilaporkan dengan mengisi form yang sudah ada di aplikasi HEOC Aceh Tamiang.

Apa itu HEOC?

HEOC singkatan dari Health Emergency Operation Centre. HEOC adalah pusat kendali operasional darurat kesehatan yang mengelola respons kesehatan pada situasi krisis/bencana.

HEOC Aceh Tamiang berarti Pusat Operasi Darurat Kesehatan kabupaten Aceh Tamiang. HEOC di bawah koordinasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), untuk lingkup nasionalnya BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

“Tanggap darurat bencana itu leading sector-nya adalah BPBD (lingkup nasionalnya BNPB) dan untuk pelayanan darurat kesehatan divisinya adalah HEOC,” papar Didi Junaedi seorang perawat di RSI Assyifa Sukabumi.

Saat Banjir Sumatra menerjang Aceh Tamiang, HEOC Aceh Tamiang memetakan dampak kesehatan dan menghitung kebutuhan tenaga medis dan obat. Serta mengendalikan pos kesehatan pengungsian dan mengantisipasi KLB (diare, ISPA, leptospirosis, dll).

Untuk koordinasi dan pelayanan kesehatan di lapangan pun terdata di sana (aplikasi HEOC Aceh Tamiang),” ujar Didi Junaedi.

Itu artinya kegiatan sosial tim relawan nakes ahlussunnah dari Ma’had At-Tashfiyah Paya Bedi Kualasimpang Aceh Tamiang sudah terkoneksi dengan HEOC Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan tersebut sudah sepengetahuan BPBD Aceh. Sehingga kegiatan sosial tim relawan nakes ahlussunnah itu bersifat legal bukan liar. (Ibnu Tabrizi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *