

Terima Kasih Orang Baik
Praktik dokter tutup. Apotek tutup. Rumah sakit tutup. Qodarallah wa maa sya’a fa’al. Banjir Sumatra di akhir November dan awal Desember 2025 membuat pelayanan kesehatan di Aceh Tamiang lumpuh.
Akibatnya poskes (pos kesehatan) tim relawan nakes ahlussunnah di Masjid Babul Falah di Desa Bukit Tempurung Kecamatan Kuala Simpang Aceh Tamiang pun tak hanya melakukan pemeriksaan dan pemberian obat. Para relawan juga harus melakukan tindakan penanganan perawatan luka-luka.

Di hari Sabtu (28/12) poskes kedatangan pasien Diabetes Melitus (kencing manis) dengan luka-luka di kedua kakinya. Pasien berusia 38 tahun itu berhenti mengonsumsi obat sejak 2 bulan lalu karena rumah sakit tutup terdampak banjir.
Kadar gula darahnya 464, terbilang sangat tinggi (kadar gula nornal 114). Sementara luka-lukanya harus mendapatkan perawatan. Dokter yang ada di pos kesehatan di Masjid Babul Falah pun melakukan penanganan perawatan pasien tersebut.
“Qodarallah karena demi pemerataan dan distribusi yang merata kita cuma bisa memberikan obat 3 hari,” ujar dr. Andri Rais, SpPD, dokter yang menanganinya. Namun 3 kemudian pasien boleh datang lagi untuk mengambil obat.
Kasus penangan luka-luka juga dilakukan kepada Tegar. Pasien berusia 21 tahun itu mengalami luka di kaki yang akhirnya infeksi. Luka tersebut diakibatkan terkena sesuatu ketika ia membersihkan rumahnya pascabanjir.
“Saya bersyukur, Alhamdulillah saya dibantu. Saya nggak mampu rejeki lah ini buat saya bisa dibantu. Alhamdulillah makin membaik anak saya. Saya bersyukur. Terima kasih banyak. Terima kasih, Pak,” ujar ibunda Tegar kepada al Ustadz Abdul Malik hafidzahullah, amir safar sekaligus salah satu pembina tim relawan nakes ahlussunnah.
Karena luka-luka yang parah, ada pasien tak mampu mendatangi poskes. Tim relawan nakes ahlussunnah di Sabtu itu mendatangi pasien di pos pengungsian Tanjung Rambut, Aceh Tamiang.
Seperti kasus seorang anak yang kakinya terluka kena seng ketika membersihkan rumahnya pascabanjir. Lukanya parah dan infeksi, kain kasa (perban) harus diganti setiap hari. Sedangkan di pos pengungsian tak ada lagi stok kain kasa. Ibunda anak tersebut harus keliling pos-pos pengungsian untuk mencari kain kasa buat anaknya.
“Terima kasih kepada orang baik dari pondok pesantren At Tashfiyah. Kami berucap terima kasih yang banyak. Semoga bermanfaat bagi kami yang perlu dibantu. Terima kasih banyak, Pak. Allah yang bisa membalasnya,'” ujar ibunda tersebut kepada tim relawan nakes ahlussunnah.
Kehadiran poskes tim relawan nakes ahlussunnah di Aceh Tamiang sangat dirasakan manfaatnya bagi para korban Banjir Sumatra.
“Alhamdulillah kita bisa melakukan penanganan perawatan luka karena kita juga membawa peralatan kesehatan. Kita menangani pasien-pasien yang terkena paku, luka-luka karena atau yang lainnya,” ujar dr. Andi Dwihantoro, SpB, SpBA SubSpDA (K) salah seorang relawan nakes ahlussunnah, “setelah kita tidak berada di sini kita akan memberikan bekal untuk bisa dirawat di rumah.”
Semoga Aceh Tamiang dan daerah lain yang terdampak Banjir Sumatra segera pulih seperti sedia kala. Amin. (AZ)