
Belajar Tiktok itu menarik.
Hingga saat ini, Lembaga Pelatihan dan Kursus Janaaha telah memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari. Media sosial tidak hanya berfungsi untuk membagikan kegiatan lembaga, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan memperluas jangkauan informasi terkait lembaga serta program-program yang dijalankan. Salah satu platform andalan yang digunakan adalah TikTok.

Terkait dengan sosial media, hari ini, Rabu, 15 April 2026, Direktur LPK Janaaha, Abah Fajar, mengikuti Seminar Nasional “BISA Bareng TikTok: Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok.” Dalam kegiatan ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI resmi menggandeng Tiktok Indonesia.
Menurut Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., Indonesia membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, namun melek digital sudah sangat mendesak. Di sisi lain kemampuan infrastruktur pemerintah dalam menyediakan pelatihan tersebut masih memiliki keterbatasan. Seminar nasional ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam upaya percepatan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor digital.
Kegiatan ini merupakan langkah taktis untuk menjawab tantangan dunia kerja saat ini. Diharapkan dari kerja sama Kemnaker dan TikTok ini ditargetkan mampu mencetak hingga 100.000 talenta digital baru setiap tahunnya, khususnya yang ahli di bidang e-commerce.
Ada beberapa catatan penting yang berhasil kami rangkum agar kita bisa “Sukses Membuat Tiktok dengan Follower Banyak dan Bisa Cuan.”
Seminar ini dimulai pukul 14.30 WIB secara hybrid. Tercatat 400 peserta hadir secara luring di Gedung Vokasi Kemnaker dan 1.000 peserta lebih mengikutinya secara daring. Peserta tidak hanya berasal dari lingkungan balai pelatihan pemerintah dan lembaga pelatihan swasta saja, banyak juga masyarakat umum yang mengikuti. Untuk peserta yang mengikuti kegiatan secara daring awalnya hanya bisa mengaksesnya menggunakan aplikasi Lark. Namun karena peminat dari peserta daring yang luar biasa dan terus bertambah disediakan media daring lainnya menggunakan aplikasi zoom meeting.
Acara ini merupakan inisiatif awal, karena setelah ini fokus perhatiannya adalah, bagaimana hasil pelatihan bisa terapkan. Para instruktur yang akan dilatih, akan ditargetkan menjadi training for trainers. Outputnya mereka akan menjadi pelatih pada pelatihan digital skills di balai-balai latihan kerja. MOU Kemnaker dengan TikTok merupakan kerja bareng dalam mengawal peserta pelatihan pascapelatihan itu akan menjadi apa. Semoga. (AFJ)