Dalam dunia medis, penggunaan madu sebagai obat sudah dimulai sejak zaman Yunani dan Mesir Purba. Saat itu di Mesir, madu merupakan salah satu dari 500 obat terpopuler.

Madu sebagai obat penyakit jantung

Dr. FG Winarno, Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, dalam bukunya “Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisa”, menyatakan:
  • Gula dan mineral dalam madu berfungsi sebagai tonikum bagi jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti/istirahat, sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang. Nutrisi madu sebagian besar (31%) terdiri atas glukosa.

Colomb dan Raff menyatakan:

  • Konsumsi madu 70% perhari selama 1-2 bulan oleh pasien penderita penyakit jantung berat akan menghasilkan konsisi yang baik, penerimaan darah makin normal serta kekuatan jantung meningkat

Madu sebagai obat masuk angin

  • Dalam bentuk madu biasa atau campuran dengan bahan lain, kombinasi yang sering dipakai adalah susu hangat atau sari jeruk peras. Separuh atau satu jeruk cukup untuk setiap 100 gram madu.

Madu sebagai obat penyakit lambung dan pencernaan

  • Kandungan mineral yang cukup tinggi dapat mengurangi derajat keasaman dan membantu mencegah pendarahan lambung.
  • Mineral yang tinggi dapat meningkatkan pH dari lambung.
  • Semakin gelap warna madu semakin tinggi kandungan mineral, sehingga makin tinggi daya alkalinasinya. Hal ini semakin potensial untuk mengatasi penyakit lambung dan usus akibat penumpukan asam lambung.

Madu untuk mengobat penyakit paru-paru

Pasien Tuberkulosis (TBC) yang diberi madu 100-150 gr per hari, memberikan pengaruh positif, yaitu:

  • Berat badan bertambah
  • Batuk mereda
  • Haemoglobin meningkat
  • Laju pengendapan darah melambat

Madu untuk pengobatan luka infeksi

  • Luka-luka menjadi steril setelah mendapat pengobatan dengan madu selama 7-10 hari.
  • Madu terbukti dapat mempercepat pembentukan jaringan-jaringan yang halus. Sumber klik di sini