

Pil Sapi yang Kian Mengkhawatirkan
Mengkhawatirkan. Sekarang begitu murahnya orang bisa dibuat mabuk. Dengan duit hanya Rp 2.500, seseorang sudah bisa mabuk.
“Hari ini peredaran obat-obatan (terlarang, Red.) itu sudah luar biasa. Mabuk itu nggak perlu mahal. Rong ewu limangatus mabok. Nggih. Pakai pil sapi mereka,” ujar Wakil Bupati Kebumen, Bpk. H. Zaeni Miftah ketika memberikan kata sambutan di pembukaan Dauroh Islam Ilmiah Barlingmascakeb, Sabtu 28 Juni 2025. Tabligh akbar itu berlangsung di Masjid Az-Zuhud Petanahan, Kabupaten Kebumen dari pagi hingga petang.
Adalah pil hexymer atau trihexyphenidyl, yakni obat yang sebenarnya dipakai untuk mengobati gejala Parkinson atau efek samping obat antipsikotik. Di jalanan obat tersebut dikenal dengan nama pil sapi. Belakangan obat ini disalahgunakan karena bisa memberikan efek halusinasi, euforia ringan, agresivitas atau kekerasan.
“Beberapa tahun terakhir penyalahgunaan pil sapi merebak di kalangan para pelajar. Berbagai kasus yang melibatkan pelajar seperti tawuran, klitih juga konon tidak lepas dari penyalahgunaan pil sapi. Dari beberapa kejadian klitih misalnya ketika pelaku diperiksa ternyata sebelum melakukan kejahatan klitih mengkonsumsi pil sapi untuk menambah keberanian. Pil yang konon dihargai Rp. 25.000 dalam 1 strip yang berisi 10 tablet pasti adalah harga yang murah di kantong para pelajar. Apalagi jika diberikan secara cuma-cuma meskipun itu hanya di awal saja. Tentu tahap selanjutnya pasti harus membayar atau mencari sendiri, bahkan ada yang jadi pengepul atau iseng-iseng mencari di situs e-commerce untuk membelinya secara serampangan.” (https://yogyakarta.bnn.go.id/mereka-menyebutnya-pil-sapi/)
Penggunaan pil sapi secara terus menerus dan dalam jangka waktu panjang bisa berisiko pada kerusakan otak permanen. Terutama di bagian yang mengatur emosi dan kognisi.
Selain itu, pengguna juga bisa mengalami gangguan jiwa berupa psikosis, paranoid, dan depresi. Psikosis adalah kondisi gangguan mental serius di mana seseorang kehilangan kontak dengan realitas. Dia mungkin melihat, mendengar, atau mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak nyata.
Penyalahgunaan dan konsumsi pil sapi dalam jangka panjang juga berisiko overdosis. Bisa menyebabkan kejang, koma, bahkan kematian. (AZ)