Jamu: Tak Lekang oleh Panas, Tak Lapuk oleh Hujan

Seminar Nasional “BISA bareng TikTok: Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok”
Seminar Bisa Bareng Tiktok
04/15/2026
Show all
Jamu: Tak Lekang oleh Panas, Tak Lapuk oleh Hujan

Jamu: Tak Lekang oleh Panas, Tak Lapuk oleh Hujan

Jamu: Tak Lekang oleh Panas, Tak Lapuk oleh Hujan

“Dicekoki jamu.” Kata “cekok” atau “dicekoki” sendiri berarti dipaksa memasukkan sesuatu ke mulut. Dicekoki jamu artinya memasukkan jamu ke dalam mulut secara paksa. Jamu kala itu identik minuman yang pahit dan tidak enak.

Orang tua dulu -terutama ibu atau nenek- kerap memakai kalimat “dicekoki jamu” sebagai ancaman kepada anak-anaknya. Terutama mereka yang sulit makan, sering berkelit ketika disuruh makan. Atau, anak yang sering menangis dan tantrum.

Tradisi orang tua yang kini sudah tergerus oleh zaman. Seperti tradisi pengasuhan anak lainnya yang kini jarang lagi dilakukan ortu zaman sekarang. Semisal keharusan tidur siang dan pulang ke rumah sebelum petang bagi anak-anak.

Meski budaya mencekoki jamu sudah sangat jarang sekali dilakukan, tapi eksistensi budaya jamu masih bisa bertahan hingga sekarang. Menurut penjelasan UNESCO disebutkan bahwa praktik jamu di Indonesia sudah ada sejak sekitar abad ke-8.

Jamu: Tak Lekang oleh Panas, Tak Lapuk oleh Hujan 2
Sepatah Kata dari Sleman Yogyakarta

Jamu bukan sekadar minuman untuk ikhtiar menjaga kesehatan dan penyembuhan. Jamu adalah warisan kearifan lokal yang tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan. Dalam sidang UNESCO di Bosowa pada 6 Desember 2023, budaya jamu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage). Jamu Wellness Culture” atau budaya sehat jamu.

UNESCO menilai jamu bukan sekadar ramuan herbal. Jamu adalah pengetahuan meracik rempah. Jamu adalah tradisi turun-temurun tentang cara pengobatan tradisional. Tentang relasi manusia dengan alam.

Sepertinya budaya mencekoki jamu ada baiknya kembali dibiasakan. Bukan secara letterlijk, tetapi mulai “memaksa” generasi muda lebih aware tentang jamu.

Mencekoki generasi muda dengan seabrek informasi bahwa jamu bukan sekadar produk minuman. Bukan cuma jamu tidak lagi berasa pahit, tapi sudah dengan beragam pilihan rasa. Generasi muda harus tahu bahwa jamu adalah warisan nenek moyang yang sarat kearifan yang harus dilestarikan.

Selamat Hari Jamu Nasional! (AZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *