Kumpulan Peraturan Produk Pangan Olahan

  1. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1098 : Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan Dan Restoran
  2. Peraturan Pemerintah 28-2004 : Keamanan, Mutu Dan Gizi Pangan
  3. Permenkes No. 701/MENKES/PER/VIII/2009 : Pangan Iradiasi
  4. Permenkes No. 1031 Tahun 2011 : Batas_Maksimum_Cemaran_Radioaktif_Dalam_Pangan
  5. Permenkes Nomor 1096 Tahun 2011 : Higiene Sanitasi Jasaboga
  6. Permenperin No. 20/M-IND/PER/2/2012 Tahun 2012: Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor Hk.03.1.23.03.12.1563 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pengkajian Keamanan Pangan Produk RekayPemberlakuan Standar Nasional Indonesia (sni) Produk Melamin – Perlengkapan Makan Dan Minum Secara Wajib Rekayasa Genetik
  7. PerKa.BPOM No. HK.03.1.23.04.12.2208 Tahun 2012 : Pemberlakuan Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Industri Pengolahan Sub Sektor Industri Makanan dan Minuman Bidang Keamanan Pangan
  8. Permenkes No. 033 Tahun 2012 : Bahan Tambahan Pangan
  9. Permenkes No. 2 tahun 2013 : Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan
  10. KepMenkes No. 942/MENKES/SK/VII/2003 : Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan
  11. Permenkes No. 30 tahun 2013 : Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam Dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Untuk Pangan Olahan Dan Pangan Siap Saji
  12. PerKa.BPOM No. 4 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Bahan Pengkarbonasi
  13. PerKa.BPOM No. 5 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Humektan
  14. PerKa.BPOM No. 6 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pembawa
  15. PerKa.BPOM No. 7 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Perlakuan Tepung
  16. PerKa.BPOM No.8 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengatur Keasaman
  17. PerKa.BPOM No.9 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengeras
  18. PerKa.BPOM No.10 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Bahan Antikempal
  19. PerKa.BPOM No.11 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengembang
  20. PerKa.BPOM No.12 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pelapis
  21. PerKa.BPOM No.13 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Antibuih
  22. PerKa.BPOM No.14 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Propelan
  23. PerKa.BPOM No.15 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengental
  24. PerKa.BPOM No.16 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Garam Pengemulsi
  25. PerKa.BPOM No.17 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Gas Untuk Kemasan
  26. PerKa.BPOM No.18 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Sekuestran
  27. PerKa.BPOM No.19 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pembentuk Gel
  28. PerKa.BPOM No.20 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengemulsi
  29. PerKa.BPOM No.21 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Peretensi Warna
  30. PerKa.BPOM No.22 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pembuih
  31. PerKa.BPOM No.23 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Penguat Rasa
  32. PerKa.BPOM No.24 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Penstabil
  33. PerKa.BPOM No.25 Tahun 2013 : Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Peningkat Volume
  34. PerKa.BPOM No.30 Tahun 2014 : Bahan Tambahan Pangan Pemanis
  35. PerKa.BPOM No.25 Tahun 2014 : Tata Cara Sertifikasi Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik
  36. PerKa.BPOM No.16 Tahun 2014 : Perubahan Atas Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 Tahun 2011 Tentang Pengawasan Kemasan Pangan
  37. PerKa.BPOM No.1 Tahun 2015 : Kategori Pangan
  38. PerKa.BPOM No. 7 Tahun 2015 : Ammonium Sulfat_Pada Proses Pengolahan Nata De Coco
  39. PerKa.BPOM No. 9 Tahun 2015 : Pengawasan_Takaran_Saji_Pangan Olahan
  40. PerKa.BPOM No.14 Tahun 2015 : Pedoman Cara Ritel Pangan Yang Baik Di Pasar Tradisional
  41. PerKa.BPOM No. 24 Tahun 2015 : Pedoman Pengembangan Desa Pangan Aman
  42. erKa.BPOM No. 8 Tahun 2016 : Persyaratan Bahan Tambahan Pangan Campuran
  43. PerKa.BPOM No. 9 Tahun 2016 : Acuan_Label_Gizi
  44. PerKa.BPOM No.10 Tahun 2016 : Penggunaan_Bahan_Penolong_Golongan_Enzim_Dan_Golongan_Penyerap_Enzim_Dalam_Pengolahan_Pangan
  45. PerKa.BPOM No.12 Tahun 2016 : Pendaftaran_Pangan_Olahan
  46. PerKa.BPOM No.14 Tahun 2016 : Standar Keamanan Dan Mutu Minuman Beralkohol
  47. PerKa.BPOM No.16 tahun 2016 : Kriteria_Mikrobiologi_Dalam_Pangan_Olahan
  48. PerKa.BPOM No. 21 Tahun 2016: Kategori_Pangan
  49. PerKa.BPOM No. 22 Tahun 2016 : Persyaratan Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Perisa
  50. PerKa.BPOM No.24 Tahun_2016 : Persyaratan_Pangan_Steril_Komersial
  51. PerKa.BPOM No. 1 Tahun_2017 : Pengawasan Pangan Olahan Organik
  52. PerKa.BPOM No. 2 tahun 2017 : Penerapan Program Manajemen Risiko Keamanan Pangan Di Industri Pangan
  53. PerKa.BPOM No. 22 Tahun 2017 : Penarikan Pangan Dari Peredaran
  54. PerKa.BPOM No. 23 Tahun 2017 : Batas Maksimum Cemaran Logam Berat Dalam Pangan Olahan
  55. PerKa.BPOM No. 27 Tahun 2017 : Pendaftaran Pangan Olahanan
Update 1 Februari 2018