
Merdeka dengan Jamu
Menjaga kesehatan adalah sebuah perjuangan. Perjuangan untuk membebaskan badan dari ancaman penjajahan beragam penyakit pengacau kesehatan. Perjuangan untuk merdeka dari berbagai penanganan dan tindakan medis yang dibutuhkan.
Menjaga kesehatan adalah perkara penting. Pemerintah melalui Kemenkes —sejak 2018 hingga 2022— terus mendorong perubahan orientasi sistem kesehatan dari fokus mengobati menjadi menjaga dan mencegah penyakit (promotif dan preventif). Bahkan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa prioritas pembangunan kesehatan adalah menjaga masyarakat tetap sehat.
“Mengurus orang agar tetap sehat jauh lebih penting dan membutuhkan perhatian serta anggaran lebih besar dibandingkan hanya mengobati orang saat sudah sakit. Karena ketika sakit, itu sudah terlambat dan biayanya sangat mahal,” ujar Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. “Kita sering terjebak pada asumsi bahwa yang sehat tidak perlu diurus. Itu keliru. Justru menjaga mayoritas penduduk tetap sehat adalah esensi dari tugas kita sebagai dinas kesehatan, bukan dinas kedokteran atau dinas kesakitan.”
Ini artinya masyarakat sudah selayaknya memprioritaskan upaya-upaya menjaga kesehatan. Berjuang agar kesehatan badan selalu terjaga. “Kalau mau sehat, jangan tunggu sampai sakit. Jaga tetap sehat,” kata Menkes Budi.
Senyampang di bulan kemerdekaan, perjuangan menjaga kesehatan harus semakin digelorakan. Perlawanan sampai titik darah penghabisan para pejuang kemerdekaan dulu sudah semestinya diteladani sebagai landasan perjuangan menjaga kesehatan.
Makanan sehat, olahraga, dan tidur yang cukup adalah bentuk perjuangan menjaga kesehatan. Perjuangan lain ditambahkan untuk meraih kemerdekaan —terbebas dari penjajahan kesehatan— dengan mengonsumsi jamu.
Apalagi jamu adalah budaya luhur yang diwariskan para leluhur yang kudu dilestarikan. Racikan tradisional sarat manfaat hasil perjuangan pikir dan laku orang-orang tua yang bijak di masa lalu. Tradisi agung yang harus diapresiasi dengan cara tetap dipertahankan dari generasi ke generasi.
Jamu adalah warisan budaya dari nenek moyang yang mengajarkan nilai-nilai penjaga keseimbangan energi fisik dan spiritual, melestarikan alam, merefleksikan siklus kehidupan melalui rasa dan khasiatnya. Jamu adalah ilmu pengetahuan yang kaya kebijaksanaan.
Mantan Menteri Kesehatan RI (2012-2014), dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH pernah menyatakan bahwa jamu sangat bermanfaat untuk digunakan dalam program promotif dan preventif. Pemanfaatan jamu juga akan mendorong masyarakat untuk mampu secara mandiri menjaga dan memelihara kesehatannya.
Jamu pun telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO melalui elemen “Jamu Wellness Culture” pada 6 Desember 2023. Bahwa, jamu tidak hanya dipandang sebagai minuman tradisional. Tetapi sebagai budaya kesehatan (wellness culture) yang salah satunya mencakup kebiasaan mengonsumsi jamu untuk menjaga kesehatan (promotif), mencegah penyakit (preventif), dan membantu pemulihan.
Merdeka dengan Jamu, Dirgahayu Negeriku… (AZ)