

Bereh
“Saya sangat berterima kasih kepada tim relawan (nakes). Terima kasih dari warga kami dengan adanya ini (posko kesehatan). Sangat sangat berterima kasih kali lah. Harapan saya ke depannya lebih diperpanjang lagi karena banyak yang membutuhkan kesehatan dan perawatan pascabanjir di Aceh Tamiang,” ujar Bapak Safrul warga Bukit Tempurung mengomentari posko kesehatan tim relawan nakes di Masjid Babul Falah di Desa Bukit Tempurung Kecamatan Kuala Simpang Aceh Tamiang.
Bapak Safrul adalah salah satu pasien di posko kesehatan tim relawan nakes yang hadir atas undangan Mahad At-Thashfiyah yang bekerjasama dengan BKM Babul Falah. Seorang warga Bukit Tempurung Kualasimpang Aceh Tamiang yang menjadi korban banjir bandang. Mantan guru yang kemudian menggeluti usaha dagang tepung terigu. Qodarullah wa maa syafa’a fa’al, gudang penyimpanan tepung terigu dan 3 mobilnya terendam banjir.
Bapak Safrul adalah salah satu dari 57 warga terdampak banjir bandang yang mendapatkan pelayanan kesehatan di posko kesehatan di Jumat (26/12) lalu. Dikarenakan hari Jumat, pelayanan posko kesehatan baru dimulai pukul 14:00 hingga 16:00.
Lelaki berusia lebih dari 50 tahun itu tampak takjub melihat kinerja tim relawan nakes di posko kesehatan. Anggota tim relawan nakes orangnya ramah, amanah, pelayanan cepat.
Sampai-sampai usai mendapatkan pelayanan kesehatan beliau enggan meninggalkan posko kesehatan. Lebih memilih duduk-duduk sembari melihat tim relawan nakes bekerja.

Kata orang Aceh, tim relawan nakes bereh. Bereh dalam bahasa Aceh berarti selesai, beres, rapi, bersih. Namun dalam konteks bahasa lisan sehari-hari bisa berarti “oke”, “sip” atau “mantap”.
Tim nakes memang mantap. Mereka pengin memberikan yang terbaik di posko kesehatan bagi korban Banjir Sumatra. Usai melayani di hari pertama (26/12) mereka melakukan evaluasi untuk perbaikan pelayanan di keesokan hari.
Asatidzah pembina tim relawan nakes memang memberi nasihat kepada relawan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. “Gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya. InsyaAllah akan memberikan banyak manfaat dan semoga Allah ‘azza wa jalla menerima amal kita. Semua Allah membantu kita untuk tugas ini,” nasihat al Ustadz Qomar Zaenudin Abdullah, Lc hafidzahullah, salah satu pembina tim relawan nakes.
Salah satu hasil evaluasi adalah meminimalisir antrean panjang agar pelayanan lebih cepat. Hanya dalam waktu 2 jam ada 57 pasien yang harus dilayani. Padahal keesokan hari, Sabtu 27 Desember 2025, jam pelayanan posko kesehatan kembali normal. Mulai 10:00 hingga 15:30. Sekitar 5,5 jam waktu pelayanannya.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah membungkus obat-obatan yang dikelompokkan sesuai kebutuhan. Semisal obat lambung dibungkus (dalam plastik) sendiri, diare sendiri, antibiotik sendiri, obat penyakit dalam sendiri dan seterusnya.

Para relawan nakes sendirilah yang membungkus obat-obatan tersebut. Jumat malam selepas sholat Isya -pukul 20:00- para dokter spesialis itu juga turun tangan ikutan membungkus. Mereka lakukan hal itu dalam suasana penuh kebersamaan hingga pukul 23:13 WIB.
Tim relawan nakes Mahad At-Thashfiyah memang bereh. (AZ)