Bocah-bocah itu “Setor” Hafalan Al Qur’an di Pos Kesehatan

Bereh
12/27/2025
Image by Pexels from Pixabay
Mereka Terdampar di Sebuah Pulau
12/30/2025

Bocah-bocah itu “Setor” Hafalan Al Qur’an di Pos Kesehatan

Bocah berusia 13 tahun itu melantunkan ayat ke-10 dari surat Al Mujadilah. Ketika ada kekeliruan melafalkan ayat, terdengar suara lelaki dewasa membetulkan bacaannya.

Bocah itu bernama Muhammad Alfatih. Ia bukan seorang santri yang sedang setor hafalan ke ustadznya di pondok pesantren. Warga desa Perdamaian Kota Kuala Simpang, Aceh Tamiang itu “setor” hafalan ke dr. Adhitya Putra Pratama, SpA, SMc SPA-K di poskes (pos kesehatan) tim relawan nakes ahlussunnah di Masjid Babul Falah Aceh Tamiang, Sabtu (27/12).

Pos kesehatan tersebut hasil kerja sama Ma’had At Tasyfiah Desa Paya Bedi Kecamatan Rantau dengan BKM Masjid Babul Falah untuk korban Banjir Sumatra. Alhamdulillah.

“Sangat tersentuh dan bahagia sekali,” ujar dokter spesialis anak yang memberikan hadiah susu ke pasien istimewanya itu.

MasyaAllah. Bagaimana ceritanya?

Muhammad Alfatih datang ke poskes bersama adiknya bernama Umar Faruq yang berusia 10 tahun. Umar Faruq mengeluh batuk-batuk, Muhammad Alfatih mengeluh kakinya gatal-gatal.

Ketika keduanya ditanyai apakah punya hafalan? Si adik ternyata hafal 1 juz, sang kakak 3 juz. Dokter yang memeriksanya -dr. Adhitya Putra Pratama- meminta mereka melanjutkan ayat Al Qur’an yang dibacakan sang dokter. Mereka pun mampu melanjutkannya.

Ada perasaan haru ketika mendengarkan hafalan anak-anak Aceh itu. Seperti diakui Ahmad Nawawi, anggota tim relawan nakes yang bertugas di meja pendaftaran di pos kesehatan.

“Awalnya saya mendengar suara anak sedang membaca Qur’an. Belum tahu sumbernya dari mana. Saya kira dari dalam masjid (karena lokasi pendaftaran memang di pintu Masjid Babul Falah). Setelah ditelusuri ternyata salah seorang dokter spesialis anak sedang menasmi’ hafalan Al Qur’an seorang anak yang menjadi pasiennya. MasyaAllah, di tengah musibah, anak-anak masih bisa tenang dalam melafalkan ayat-ayat Allah,” ujar Ahmad Nawawi.

Kehadiran Umar Faruq dan Muhammad Alfatih dengan hafalannya menggembirakan hati tim relawan nakes ahlussunnah. “Kami bersyukur dengan talenta-talenta anak-anak Aceh, yang selama ini kita tahu Aceh sebagai Serambi Mekkah. Kita bersyukur sekali anak-anak itu masih terjaga hafalannya masih mempunyai semangat kuat untuk selalu menghafal Al Qur’an,” ujar dr. Adhitya Putra Pratama.

Alhamdulillah bini’matihi tatimmush sholihaat. Segala puji bagi Allah, dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. (AZ)

Image by Fauzan My from Pixabay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *