

Awalnya Cuma Merokok, Akhirnya Kecanduan Narkoba
Nongkrong bareng teman sembari rokokan. Merasa ada yang kurang, mencoba sesuatu yang baru: minuman (beralkohol). Jika tidak ikutan minum, dianggap tidak setia kawan.
Mereka yang semula dikenal sebagai perokok seiring waktu -karena frekuensi meningkat- berubah menjadi peminum. Seperti halnya merokok, seperti ada yang kurang jika nongkrong tidak ditemani minuman keras.
Jika tidak mencoba sesuatu yang baru, mereka akan tenggelam menjadi alkoholik. Namun jika mereka mulai mengisap ganja, pintu penyalahgunaan narkoba telah mereka ketuk.
“Setelah mengenal minuman, biasanya mereka akan mencoba ganja. Setelah ganja, biasanya mereka beralih ke narkoba,” ujar salah seorang konselor di panti rehabilitasi korban narkoba di sebuah rumah sakit di Bogor di tahun ’90an.
Lelaki ekspatriat itu sepakat jika nongkrong sembari merokok bersama teman adalah awal dari proses penyalahgunaan narkoba. Yang awalnya mencoba rokok ketika nongkrong, kemudian penasaran pengin menenggak ‘air api’.
Beberapa penghuni panti rehabilitasi pun angguk setuju. Merokok memang menjadi awal mula perkenalan mereka dengan dunia narkoba.
Penyalahgunaan narkoba memang merusak kehidupan penggunanya. Beberapa penghuni panti rehabilitasi tersebut adalah anak-anak muda yang berprestasi. Salah satu di antaranya adalah mantan anggota paskibraka.
Kalau sudah kena narkoba, nggak pernah ada kata puas. “Puncak kepuasan dia adalah OD (mati karena overdosis),” ujar salah seorang anggota panti rehabilitasi.
Mengerikan! Hati-hati. Jangan sekali-kali berani mencoba narkoba. Tak ada kepuasan yang ada hanyalah penyesalan. (*)
Oleh: Abu Zakariyya Thobroni